MANTAN WALI KOTA CILEGON DI TUNTUT ENAM TAHUN PENJARA’

98,1 HARMONY FMSerang – Mantan Walikota Cilegon Tubagus Aat Syafaat, terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan dermaga trestle Kubangsari, Kota Cilegon, dengan kerugian negara Rp15,9 miliar, dituntut 6 tahun penjara dan denda Rp400 juta, subsider 5 bulan kurungan, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Serang, Senin (11/2/2013). Selain itu, Aat juga diminta mengembalikan kerugian keuangan negara Rp7,5 miliar, subsider 3 tahun penjara.

Dalam sidang yang dipimpin Poltak Sitorus itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Supardi menyatakan, terdakwa Aat Syafaat telah terbukti bersalah dan melanggar pasal 3 Jo pasal 18 Undang – undang No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Aat terbukti bersalah melakukan korupsi pembangunan Dermaga Pelabuhan Kubangsari dengan alokasi anggaran Rp49,1 miliar pada tahun 2010 dari APBD Kota Cilegon, dan mengakibatkan kerugian negara Rp15,9 miliar. “Karena kewenanganya, terdakwa telah mengakibatkan kerugian keungan negara, dan memohon Majels Hakim menjatuhkan 6 tahun hukuman penjara,” terang Supardi dalam tuntutanya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Aat Syafaat Tubagus Sukatma mengatakan, akan gunakan hak pembelaan untuk kliennya. Karena sebagian besar yang dijadikan landasan tuntutan oleh JPU berbeda dengan apa yang ada dalam dakwaan yang telah JPU bacakan sebelumnya. “Kami akan segera siapkan pembelaan,” kata Tubagus Sukatma, usai sidang.

Menurut Tubagus Sukatma, salah satunya seperti pernyataan saksi Joni Husban dan Suherman yang mengaku tidak pernah diperintahkan oleh terdakwa dalam mempercepat lelang. Namun dalam tuntutuan yang dibacakan oleh JPU, kedua saksi dinyatakan telah diperintahkan oleh terdakwa untuk mempercepat lelang. “Kerugian negara juga sudah dibuktikan sebaliknya, Jadi Tuntutan JPU seperti memaksakan,” ujar TB Sukatma usai persidangan.

Dalam sidang dengan agenda tuntutan itu, dihadiri beberapa anak-anak Aat Syafaat, seperti Tubagus Iman Ariyadi yang saat ini menjabat sebagai Walikota Cilegon, anak perempuan Aat Syafaat Ratu Ati Marliati yang saat ini menjabat sebagai Asda I Pemkot Cilegon, dan beberapa pejabat Pemkot Cilegon serta masyarakat.     

Sebelumnya, terdakwa mantan Wali Kota Cilegon periode 2000-2010 ini, didakwa, dengan dakwaan primair pasal 2 ayat (1) dan dakwaan subsidair pasal 3 jo pasal 18 Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Terdakwa telah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yaitu memperkaya terdakwa sendiri Rp7,5 miliar, PT BRU Rp7,730 miliar, dan Supadi selaku Direktur PT GMP Rp700 juta, yang merugikan keuangan negara c.q Pemkot Cilegon Rp15.930.389.194,46 miliar.(mbc)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s