MANTAN WALIKOTA CILEGON DI VONIS TIGA TAHUN ENAM BULAN PENJARA KURUNGAN

Serang – Mantan Walikota Cilegon Aat Syafaat, terdakwa kasus korupsi pembangunan tiang pancang dermaga Pelabuhan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Rp49,1 miliar divonis tiga tahun enam bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Serang, kemarin. Majelis hakim juga mendenda Aat sebesar Rp400 juta subsider tiga bulan penjara.

Tidak hanya itu, orang tua Walikota Cilegon Iman Ariyadi ini juga, diwajibkan membayar uang pengganti Rp7,5 miliar subsider dua tahun penjara. Jika dalam waktu satu bulan, tidak mampu mengganti uang tersebut, maka harta benda milik Aat Syafaat akan disita. Apabila barang yang disita tidak mencukupi untuk menutupi uang pengganti, maka akan diganti dengan hukuman selama dua tahun penjara.

Ketua Majelis Hakim Poltak Sitorus saat membacakan amar putusanya, perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dan melanggar pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 30 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi jo pasal 55 KUHP. “Perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur, melawan hukum, menyalahgunakan wewenang, memperkaya diri sendiri dan atau orang lain, serta merugikan keuangan negara,” terang  Poltak Sitorus, Kamis (7/3/2013).

Menanggapi putusan majelis hakim, Aat Syafaat menyatakan menerimanya. Pertimbangan menerima putusan mejelis hakim itu, karena Aat mempertimbangkan umur dan kesehatannya. “Mempertimbangan umur dan kesehatan saya, Saya ikhlas menerima putusan ini, tolong doakan saya selama di dalam pengadilan (penjara) semoga saya masih punya umur,”  ujar Aat.

Kuasa Hukum Aat  Syafaat, Tb Sukatma mengatakan, alasan Aat menerima putusan dari majelis hakim, karena ingin segera menghentikan masalah hukum yang membelitnya. Apalagi, Aat sudah menjalani masa tahanan selama 10 bulan lebih. “Dia menerima putusan ini, sebagai pelajarana bagi keluarga Cilegon (Keluarga Aat Syafaat), “ terangnya.

Tb Sukatma juga meminta agar jaksa tidak melakukan banding dan menerima putusan dari Majelis Hakim. Sebab upaya jaksa untuk menyelamatkan keuangan negara sudah tercapai.  “Rp7,5 miliar uang pengganti yang dibebankan terhadap terdakwa akan segera dibayarkan,” ujar Tb Sukatma.

Untuk itu, TB Sukatma meminta kepada jaksa agar melanjutkan perkara korupsi ini dan mengadili beberapa pejabat yang terlibat dalam kasus tersebut.  Sebab sesuai dengan fakta persidangan, ada beberapa pejabat yang terlibat dalam kasus tersebut.

Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Supardi, masih pikir-pikir dalam menyikapi putusan Majelis Hakim. Sebab dirinya harus menyampaikan hasil persidangan tersebut kepada pimpinan KPK. “Ada waktu tujuh hari untuk pikir-pikir, jadi kami harus sampaikan dulu hasil sidang ini ke pimpinan. Untuk langkahnya apa?. kami nunggu dari pimpinan kami,” terang dia.

Dalam sidang kasus dugaan korupsi pembangunan dermaga Pelabuhan Kubangsari dengan terdakwa mantan Walikota Cilegon Aat Syafaat selalu dipadati pengunjung yang didominasi pejabat dan keluarga terdakwa.

Sebelumnya diketahui, mantan Walikota Cilegon, Aat Safaat, diduga melakukan tindak pidana korupsi, dalam pembangunan trestle dermaga Kubang Sari. Aat mulai ditetapkan sebagai tersangka oleh Komis Pemberantas Korupsi (KPK), pada 23 April 2012 di Jakarta.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat Aat dengan Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Perbuatan Aat dalam kasus ini diduga telah menimbulkan kerugian negara senilai Rp11 miliar.

Kemudian, pada oktober 2012, berkas Aat dilimpahkan ke PN Serang oleh KPK, ditambah barang bukti sebanyak lima container. Kemudian PN Serang mulai menyidangkan kasus tersebut dengan memanggil sebanyak 115 saksi.

Kasus tersebut bermula saat Pemerintah Kota Cilegon menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Krakatau Steel terkait tukar guling lahan pembangunan pabrik Krakatau Posco. Pemkot Cilegon menyerahkan lahan di Kelurahan Kubangsari seluas 65 hektare ke PT Krakatau Steel untuk pembangunan Krakatau Posco. Sebagai pengganti, PT Krakatau Steel menyerahkan lahan seluas 45 hektar di Kelurahan Warnasari kepada Pemkot Cilegon.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s