AWAL RAMADHAN HARGA SEMBAKAO MELAMBUNG

Serang – Memasuki hari pertama bulan Ramadan 1434, kenaikan harga kebutuhan pokok semakin menggila, setelah kenaikan akibat naiknya bahan bakar minyak (BBM). Kenaikan harga itu menembus hingga 100 persen.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Provinsi Banten yang melakukan pemantauan di sejumlah pasar hingga Rabu (10/7) menyebutkan, kenaikan harga yang signifikan terjadi pada daging sapi, daging ayam, cabai merah dan cabai rawit. Dari tiga pasar besar di Banten, seperti Pasar Induk Rau (PIR), Pasar Ciruas dan Pasar Serpong, harga kebutuhan tersebut rata-rata mengalami kenaikan mulai 50-100 persen lebih.

Untuk harga daging sapi murni, dari ketiga pasar mengalami kenaikan sebesar Rp 30-40 ribu, dari harga normal Rp 70 ribu/kilogram (Kg) menjadi Rp 100-110 ribu/Kg. Hal yang sama terjadi pada daging ayam broiler yang biasanya hanya berkisar Rp 20-24 ribu/Kg, naik menjadi Rp 35-50 ribu/Kg. Harga cabai merah yang biasanya pada level Rp 20-22 ribu/Kg, naik menjadi Rp 38-40 ribu/Kg. Kenaikan paling mencengangkan terjadi pada cabai rawit yang pada level normal hanya Rp 10-12 ribu/Kg, melonjak pada kisaran Rp 50-60 ribu/Kg. Begitupun dengan harga bawang merah, kentang dan beberapa komoditas hortikultura.

“Kenaikan ini merata terjadi di seluruh pasar-pasar besar di Banten. Artinya, kenaikan konsumsi masyarakat terhadap kebutuhan-kebutuhan itu memang terjadi secara merata di seluruh wilayah di Banten,”kata Ahmad Syaukani,  Kabid Perdagangan Dalam Negeri pada Disperindag Provinsi Banten Ahmad Syaukani.

Ahmad menjelaskan, akibat konsumsi masyarakat yang meningkat sejak menjelang bulan ramadhan, menyebabkan jumlah permintaan pasar terus bergerak keatas atau menjadi tinggi setiap harinya. Hal ini menjadi faktor utama penyebab kenaikan harga kebutuhan-kebutuhan pokok yang memang banyak digemari masyarakat ketika bulan ramadhan. Sesuai dengan hukum pasar yang terjadi selama ini, apabila jumlah permintaan meningkat, maka harga kebutuhanpun menjadi lebih tinggi dari biasanya. Sementara, pemerintah tidak mampu melakukan upaya apapun untuk mengintervensi harga kebutuhan tersebut.

“Pemerintah tidak bisa mengintervensi, kewenangan pemerintah itu hanya pada beras. Dan itupun harganya relatif stabil dengan ketersediaan yang sangat aman,”jelasnya.

Selain itu, lanjut Ahmad, faktor lainnya juga disebabkan rantai distribusi yang terhambat akibat kendala cuaca dan kepadatan lalu lintas di jalan. Karena, distribusi kebutuhan di Indonesia termasuk Banten masih mengandalkan transportasi darat yang seringkali terjebak kemacetan dan problem lain di jalan. Ditambah, ongkos distribusi saat ini semakin naik mengingat harga bahan bakar minyak (BBM) yang juga naik. Kendala lainnya juga dialami pada pasokan atau produksi yang kurang lancar akibat anomali cuaca yang tidak stabil. Akan tetapi, ketersediaan barang tetap terjaga dengan berbagai upaya.

“Upaya pemerintah misalnya berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan dan asosiasi pengusaha kebutuhan-kebutuhan pokok agar dapat menjamin ketersediaan dan menjaga harga agar tetap dalam taraf normal. Lainnya, kami juga mengadakan pasar murah menjelang hari raya idul fitri nanti,”tuturnya.

Terpisah, Gubernur Banten Rt Atut Chosiyah mengatakan, terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok yang cukup tinggi, Pemprov Banten melalui dinas terkait telah berkomitmen agar ketersediaan bahan-bahan pokok tetap aman. Sementara, apabila terjadi gejolak harga yang cukup tinggi di pasaran, harus segera diambil langkah baik dari pemerintah kabupaten/kota maupun Pemprov Banten sendiri. Karena, hal ini akan menjadi beban yang cukup berat bagi masyarakat terutama kalangan menengah ke bawah. (mamo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s